Sejarah Desa

Nama Desa Salumakki awalnya berasal dari kata salu makko yang artinya dingin menurut nenek moyang yang mendiami tempat itu. Nenek moyang orang salu makki  yaitu : Laso malea dan pundu babu. Jadi Salumakki artinya adalah suatu tempat yang dingin dan subur. Disanalah mereka membentuk suatu kampung kecil yang disebut salumakki, mereka membuat suatu perjanjian bahwa dimanapun dan kapanpun kita tetap akan mempertahankan arti daripada persatuan dan kesatuan dalam membina persaudaraan serta sifat bergotongroyong. Sehingga dari tahun ke tahun terbentuk satu dusun yaitu dusun salu.Sejarah terbentuknya Desa Salu Makki berawal dari keprihatinan beberapa tokoh masyarakat melihat kesenjangan dan tidak meratanya pembagian pembangunan yang dirasakan dari Desa induk (Desa Siraun) pada waktu itu. Selain daripada itu jangkauan pelayanan kepada masyarakat kurang efektif karena jarak kepusat Desa sangat jauh dengan melihat kondisi Desa seperti itulah muncul inisiatif untuk mengusulkan desa pemekaran pada Tahun 1999 yang digagas/diprakarsai oleh Bapak Semual Toyani bersama dengan tokoh masyarakat lainnya seperti : Bapak Almarhun Musa Parapai, Bapak Hendrik Tandung dan Tokoh Masyarakat lainnya serta bekerja sama dengan Bapak Almarhun Bernabas Tilakkana Kepala Desa Siraun pada saat itu. Puji Tuhan tepatnya pada tahun 2003 perjuangan desa pemekaran dinyatakan resmi sekaligus melantik Bapak Semual Toyani sebagai penjabat sementara Desa Pemekaran yang diberi nama Desa SaluMakki. Jumlah dusun saat ini yaitu 8 dusun. Hingga saat ini Desa salu makki sudah pernah mengalami pergantian pejabat kepala desa sebanyak 5 kali pergantian.